KERAJAAN SINGASARI……

KERAJAAN SINGASARI

1. Letak kerajaan singasari

 Kerajaan singasari merupakan kerajaan yang dahulunya disebut kerajaan Tumapel. Sehingga letaknyapun di daerah Tumapel Jawa Timur. Didirikan oleh Ken Arok setelah berhasil mengalahkan Kertajaya, raja Kediri pada tahun 1222.

 2. Bukti-bukti kerajaan Singasari

Sumber sejarah tentang kerajaan singasari adalah kitab-kitab kuno, seperti Pararaton (kitab Raja-raja) dan Negarakertagama. Kedua kitab itu berisi sejarah raja-raja kerajaan singasari dan majapahit yang saling berhubungan erat dan berbahasa sanksekerta.

 Kitab Pararaton menceritakan bahwa Ken Arok menjadikan dirinya kurban persembahan bagi Yamadipati, dewa penjaga pintu neraka, untuk mendapatkan keselamatan atas kematian. Sebagai balasannya, Ken Arok mendapat karunia dilahirkan kembali sebagai raja Singhasari, dan di saat kematiannya akan masuk ke dalam surga Wisnu. Janji tersebut kemudian terlaksana. Ken Arok dilahirkan oleh Brahma melalui seorang wanita dusun yang baru menikah. Ibunya meletakkannya di atas sebuah kuburan ketika baru saja melahirkan; dan tubuh Ken Arok yang memancarkan sinar menarik perhatian Ki Lembong, seorang pencuri yang kebetulan lewat. Ki Lembong mengambilnya sebagai anak dan membesarkannya, serta mengajarkannya seluruh keahliannya. Ken Arok kemudian terlibat dalam perjudian, perampokan dan pemerkosaan. Dalam naskah disebutkan bahwa Ken Arok berulang-kali diselamatkan dari kesulitan melalui campur tangan dewata. Disebutkan suatu kejadian di Gunung Kryar Lejar, dimana para dewa turun berkumpul dan Batara Guru menyatakan bahwa Ken Arok adalah putranya, dan telah ditetapkan akan membawa kestabilan dan kekuasaan di Jawa. Lalu Ken Arok dengan Lohgawe, seorang Brahmana yang datang dari India untuk memastikan agar perintah Batara Guru dapat terlaksana. Lohgawe kemudian menyarankan agar Ken Arok menemui Tunggul Ametung, yaitu penguasa Tumapel. Setelah mengabdi berberapa saat, Ken Arok membunuh Tunggul Ametung untuk mendapatkan istrinya, yaitu Ken Dedes; sekaligus tahta atas kerajaan Singhasari. Sistem Pemerintahan kerajaan Singasari Pendirian kerajaan singasari sangat terkait dengan keruntuhan kerajaan Kediri oleh Ken Arok karena Ia telah menyatukan kerajaan Kediri dan tumapel. Sehingga Ia bergelar Sri Rangga Rajasa Amurwabhumi dan mendirikan dinasti baru yaitu dinasti Rajasa di Jawa timur.

Ken Arok memiliki 2 orang istri. Istri yang pertama bernama Ken Umang yang memiliki 4 orang anak yaitu panji Tohaja, Panji sudhatu, Panji wregola, dan Dewi Rambi. Dari perkawinannya dengan ken dedes memiliki 4 orang anak juga yaitu Mahisa, Panji Sabrang, Agni Bhaya, dan Dewi Rimbu. Ken Arok memerintah Kerajaan Singasari hanya lima tahun. Pada 1227 ia dibunuh oleh Anusapati, anak tirinya (hasil perkawinan Tunggul Ametung dan Ken Dedes). Sepuluh tahun kemudian Anusapati dibunuh oleh saudara tirinya, Tohjaya (putra Ken Arok dengan Ken Umang). Kematian Anusapati menimbulkan kemarahan Ranggawuni, putra Anusapati. Ranggawuni langsung menyerang Tohjaya. Pasukan Tohjaya kalah dalam pertempuran dan meninggal dunia dalam pelarian. Pada 1248 Ranggawuni menjadi raja Singasari bergelar Sri Jaya Wisnuwardhana. Ranggawuni memerintah Kerajaan Singasari selama 20 tahun (1248-1268) dan dibantu oleh Mahisa Cempaka (Narasingamurti). Ranggawuni wafat pada 1268 dan digantikan oleh putranya, Kertanegara. la me merintah Kerajaan Singasari selama 24 tahun (1268-1292). Pada masa pemerintahan Kertanegara, kerajaan Singasari mencapai puncak kejayaan. Kertanegara terus memperluas pengaruh dan kekuasaan Kerajaan Singasari. Pada 1275 ia mengirim pasukan untuk menaklukkan Kerajaan Sriwijaya sekaligus menjalin persekutuan dengan Kerajaan Campa (Kamboja). Ekspedisi pengiriman pasukan itu dikenal dengan nama Pamalayu. Kertanegara berhasil memperluas pengaruhnya di Campa melalui perkawinan antara raja Campa dan adik perempuannya.

Kerajaan Singasari sempat menguasai Sumatera, Bakulapura (Kalimantan Barat), Sunda (Jawa Barat), Madura, Bali, dan Gurun (Maluku). Pasukan Pamalayu dipersiapkan Kertanegara untuk menghadapi serangan kaisar Mongol, Kubilai Khan, yang berkuasa di Cina. Utusan Kubilai Khan beberapa kali datang ke Singasari untuk meminta Kertanegara tunduk di bawah Kubilai Khan. Apabila menolak maka Singasari akan diserang. Permintaan ini menimbulkan kemarahan Kertanegara dengan melukai utusan khusus Kubilai Khan, Meng Ki, pada 1289. Kertanegara menyadari tindakannya ini akan dibalas oleh pasukan Mongol. la kemudian memperkuat pasukannya di Sumatera. Pada 1293 pasukan Mongol menyerang Kerajaan Singasari. Namun Kertanegara telah dibunuh oleh raja Kediri, Jayakatwang, setahun sebelumnya. Singasari kemudian dikuasai oleh Jayakatwang.

-ARCA

Atas: Arca Dwarapala merupakan salah satu peninggalan Kerajaan Singasari. Tujuannya untuk menghadang rencana perluasan kekuasaan kaisar Kubilai Khan. << Kiri atas: Candi Singasari disebut juga Candi Tumapel berupa kuil Syiwa yang besar dan tinggi. Pasukan Mongol menghancurkan Kerajaan Kediri dan membunuh Jayakatwang karena menyangka Kerajaan Kediri sebagai Kerajaan Singasari dan Jayakatwang sebagai Kertanegara. << Kiri bawah: Candi Jago terletak di Malang, Jawa Timur, merupakan peninggalan Kerajaan Singasari yang dibangun untuk Raja Wisnuwardhana, raja Singasari, pada pertengahan abad ke-13. Dalam Negarakertagama, candi ini merupakan salah satu tempat yang dikunjungi Hayam Wuruk pada 1359. Atas : Candi Kidal dibangun di Rejokidal, Tumpang, Malang, yang dipersembahkan kepada Anusapati, raja kedua dan anak tiri Ken Arok. -Keruntuhan Kerajaan singasari Candi Singhasari dibangun sebagai tempat pemuliaan Kertanegara, raja terakhir Singhasari. Kerajaan Singhasari yang sibuk mengirimkan angkatan perangnya ke luar Jawa akhirnya mengalami keropos di bagian dalam. Pada tahun 1292 terjadi pemberontakan Jayakatwang bupati Gelang-Gelang, yang merupakan sepupu, sekaligus ipar, sekaligus besan dari Kertanagara sendiri. Dalam serangan itu Kertanagara mati terbunuh. Setelah runtuhnya Singhasari, Jayakatwang menjadi raja dan membangun ibu kota baru di Kadiri. Riwayat Kerajaan Tumapel-Singhasari pun berakhir.

3. Aspek kehidupan kerajaan Singasari

 a. Aspek Ekonomi

-kehidupan masyarakat Singasari didominasi dengan bertani, berdagang, dan pengrajin.

-kegiatan perdagangannya dilakukan selama lima hari pasaran yang berbeda.

 -pada masa itu, perdagangan antarpulau, antarwilayah, bahkan dengan Negara lain sudah terselenggara dengan baik.

b. Aspek social

 -kehidupan sosialnya terbagi atas dua kelas, yaitu kelas atas raja dan keluarganya, serta bangsawan lainnya. Kelas bawah yaitu rakyat jelata dan masyarakat umum.

 -para pejabat biasanya memiliki wilayah yang dapat dikenakan pajak yang sebagian hasilnya dijadikan upeti untuk raja.

-dibangunnya desa-desa mengikuti hari pasaran Jawa.

 c. Aspek budaya dan agama

 -pada masa kerajaan ini, hadir karya-karya Mpu Tanakung dan kitab Lubdhaka.

-kehidupan masyarakatnya dipengaruhi oleh kebudayaan India. Secara umum, masyarakat Kerajaan ini beragama Hindu dan masyarakatnyapun berkesempatan mengenyam pendidikan.

-pada masa ini, kebudayaan berkembang dengan sangat pesat, misalnya wayang kulit, wayang orang, dan seni pertunjukkan lainnya.

d. Aspek politik

 -kertanegara bersahabat dengan kerajaan Campa, terutama untuk menghadapi ancaman- ancaman kekuasaan Khubilai Khan dari Cina.

4. Perkembangan kerajaan Singasari Masa sekarang

Diharapkan pemerintah daerah dan masyarakat menjaga, menyimpan, dan menginformasikan jika mereka menemukan benda-benda bersejarah kerajaan Singasari. Ada beberapa tim dari Puslitbang Arkenas Jakarta, dan seorang dari Balai Arkeologi Yogyakarta telah menggali situs Singosari di Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, dan menemukan struktur bata kuno, batuan candi, mata uang China dan serpihan tembikar serta keramik yang diduga dari zaman Dinasti Tsung (abad 12-13 Masehi).

 Temuan-temuan itu didapati pada penggalian dengan kedalaman 110 centimeter. Temuan lainnya berupa dua jenis genting masa lalu yang terbuat dari tembikar halus dan kasar. Banyak ditemukan batu-batu candi yang berserakan di halaman warga yang dibiarkan begitu saja tanpa ada perawatan. Hal itu pun dibenarkan kalangan warga terutama di sekitar candi, mereka sering menemukan benda bersejarah yang diduga ada kaitannya dengan Candi Singosari.

Warga tidak tahu akan arti dari benda yang ditemukan, sehingga tidak jarang dimanfaatkan seadanya. Misal menemukan benda seperti kursi, penemuan itu ditempatkan di taman untuk tempat duduk. Batu bata dipakai untuk campuran bahan bangunan karena anggapan mereka batu bata itu sama dengan batu bata biasa yang banyak ditemukan di lahan-lahan mereka Ada lagi batu-batuan yang sebenarnya peninggalan sejarah, tapi karena ketidaktahuannya, maka benda itu dipakai sebagai alas pot bunga atau pondasi rumah. Pemerintah daerah Kabupaten Malang yang membawahi wilayah Kecamatan Singosari sebenarnya tidak tinggal diam.

Wakil Bupati Rendra Krisna, pada APBD 2005 lalu sebenarnya sudah dianggarkan biaya perawatan situs-situs sejarah termasuk candi-candi yang banyak ditemui di wilayah Kabupaten Malang. Tapi pengalaman untuk memberi tempat perlindungan di situs Candi Sumberawan Lawang Malang malah mendapat penolakan dari pihak dinas purbakala, alasannya, dihawatirkan bangunan itu akan merusak situs di sana. Langkah yang diambil Pemkab Malang sebenarnya sebagai upaya perlindungan, apalagi di wilayah Kabupaten Malang banyak terdapat benda purbakala, seperti Candi Sumberawan, Candi Singosari, Candi Kidal, Candi Jago dan sebagainya.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s